- 13 Wisatawan Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini, Kini Masih dalam Pencarian
- Akhiri Risiko Warga Menyeberang Sungai, Anwar Hafid Bangun Jembatan di Masungkang Pakai Dana Pribadi
- MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Harus Tetap Bisa Dipakai
- Baru Dilantik, Kepala BGN Siap Dengar Kritik soal MBG
- ASN Bisa Lebih Hemat, BKN Siapkan Skema Bekerja Dekat Tempat Tinggal
- Situasi di Nunu dan Anoa Berangsur Kondusif, Satu Terduga Pelaku Telah Diamankan
- Pamit Lewat Facebook, Nanik Sudaryati Deyang Umumkan Mundur sebagai Kepala BGN
- Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru, TNI-Polri Kini Dilibatkan Awasi Wajib Pajak
- Kota Palu Jadi Daerah dengan Pengeluaran Rokok Terendah di Sulteng
- Ingin Lepas Status WNI? Kini Dikenai Biaya Rp5 Juta Berdasarkan PP Terbaru
1.273 Personel Gabungan Bakal Amankan Aksi Unjuk Rasa 1 September di Palu
.jpg)
Keterangan Gambar : Ribuan personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga Pemadam Kebakaran disiagakan di Kota Palu untuk mengamankan aksi unjuk rasa (unras) yang dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2025. (Foto: IST)
Likeindonesia.com, PALU – Sebanyak 1.273 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga Pemadam Kebakaran disiagakan di Kota Palu untuk mengamankan aksi unjuk rasa (unras) yang dijadwalkan berlangsung pada 1 September 2025. Kesiapan itu ditandai dengan Apel Siaga di halaman Mapolresta Palu, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Senin (1/9/2025).
Apel yang dipimpin Kapolresta Palu Kombes Pol. Deny Abraham digelar untuk menyamakan persepsi dan pola tindak aparat dalam menghadapi massa aksi yang rencananya berpusat di depan gedung DPRD Sulawesi Tengah serta Mapolresta Palu.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Aksi Demo, Dinas Pendidikan Sulteng Liburkan Sekolah Sehari
- Disdik Sulteng Putuskan Libur Sehari untuk SMA, SMK, dan SLB
- Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Kantor Kecamatan Palu Barat
- Lapas dan Rutan Palu Digeledah Tim Gabungan, Barang Terlarang Jadi Sasaran
- Hari Anak Nasional: Palu Komitmen Penuhi Hak Anak, Ancaman Narkoba Jadi PR
Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan komitmen aparat keamanan untuk memberikan pelayanan, pengayoman, dan perlindungan kepada seluruh peserta aksi.
“Kebebasan menyampaikan pendapat dilindungi Undang-Undang. Kita hormati dan hargai dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya,” ujar Kombes Pol. Deny Abraham.
Meski demikian, ia mengingatkan agar aspirasi disampaikan dengan bijak, sesuai tuntutan, dan tidak berujung anarkis.
“Kalau aksi anarkis, perintah sudah jelas lakukan tindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ada Peraturan Kapolri dan Prosedur Tetap Kapolri tahun 2010,” tegasnya.
Kapolresta juga berharap peserta aksi dapat menjaga ketertiban dan menghindari tindak pidana.
“Tentunya, kami mengimbau hendaknya aspirasi dilakukan secara damai dan tertib, tidak anarkis dan melakukan tindak pidana lainnya,” tambah Deny Abraham.
Sementara itu, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari menjelaskan, ribuan personel gabungan tersebut akan dikerahkan untuk mengamankan aksi yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), serta komunitas ojek online.
“1.273 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran bersinergi untuk mengamankan unjuk rasa mahasiswa, masyarakat, HMI dan komunitas ojek online,” ungkap AKBP Sugeng.
Ia menekankan, tujuan pengamanan bukan semata tindakan represif, melainkan memastikan jalannya aksi tetap aman dan kondusif.
“Aspirasi dilakukan secara damai, jaga kota kita, jaga lingkungan kita, dan jaga wilayah kita, Sulawesi Tengah agar tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
AKBP Sugeng menambahkan, tindakan tegas dari Kepolisian adalah opsi terakhir. Fokus utama aparat adalah menjamin keamanan peserta unjuk rasa, petugas, masyarakat, serta fasilitas umum. Dengan begitu, aspirasi dapat tersampaikan tanpa mengganggu stabilitas keamanan. (Bim/Nl)




.jpg)





