- Rupiah Makin Melemah, Kurs Dolar Menyentuh Rp18.000 Hari Ini
- Bapenda Sulteng Benahi Pajak Daerah, Sasar BBM, Air, Sampai Alat Berat
- Tingkatkan Kapasitas Relawan se-Sulawesi, ID Humanity Dompet Dhuafa dan PMI Gelar Pelatihan P2
- Presiden Ganti Kepala BGN, Dadan Hindayana Dicopot
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Resmi Berakhir! Armada RJA Keluar sebagai Juara Berani Cup Donggala 2026
- Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Mulai Cair Hari Ini, Cek Nominalnya
- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
Untad Gelar Ekspo Ramadan, Libatkan Mahasiswa dan UMKM dalam Penguatan Ekonomi Kampus

Keterangan Gambar : Universitas Tadulako menggelar Ekspo Ramadan di Lapangan Islamic Center. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Ekspo Ramadan kembali digelar di lingkungan Universitas Tadulako (Untad), Selasa (24/2/2026), di Lapangan Islamic Center kampus.
Memasuki pelaksanaan tahun kedua, agenda ini dikembangkan tidak hanya sebagai bazar takjil, tetapi juga ruang edukasi dan pembinaan kewirausahaan bagi mahasiswa serta pelaku UMKM di Kota Palu.
Baca Lainnya :
- Harga Ikan Cenderung Naik, Ayam Naik Turun di Awal Ramadan di Pasar Masomba
- Refleksi Setahun Berani Menjaga Lingkungan, DLH Sulteng Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim
- Kurir Sabu 2 Kg Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Pembuntutan hingga Penggeledahan
- Razia Penginapan di Palu, Polisi Amankan Sejumlah Pasangan Tanpa Identitas Sah
- BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tinggi Gelombang di Perairan Sulteng
Ketua panitia yang juga Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Untad, Vitayanti Fattah, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pola pikir kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
“Ekspo Ramadan ini sudah yang kedua kalinya. Awalnya kami selalu memberikan pelatihan kepada mahasiswa melalui UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan. Kebetulan saya Kepala UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan dan dipercayakan untuk mengelola UPT tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini masih banyak mahasiswa yang berorientasi menjadi pegawai setelah lulus.
Karena itu, pelatihan dan fasilitasi usaha diberikan sejak semester awal, termasuk melalui berbagai kegiatan ekspo yang sebelumnya digelar saat wisuda maupun dies natalis.
Menurut Vitayanti, kegiatan ini pada awalnya bernama Pasar Ramadan karena hanya berfokus pada penjualan takjil.
Namun pada tahun kedua, konsepnya diperluas dengan tambahan sejumlah program pendukung.
“Memasuki tahun kedua ini, kami mengganti namanya menjadi Ekspo Ramadan karena ada pelayanan-pelayanan yang kami berikan, kemudian ada talkshow yang kami lakukan, juga ada lomba-lomba. Jadi memang betul-betul bukan hanya menjual, tetapi ada pemberdayaan-pemberdayaan kewirausahaan masyarakat dan mahasiswa di dalam kegiatan ekspo ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, jumlah pendaftar dari kalangan mahasiswa dan UMKM cukup besar. Akan tetapi, keterbatasan tenda membuat panitia harus membatasi peserta yang dapat difasilitasi berjualan langsung di lokasi.
Kerja sama juga dilakukan dengan Pemerintah Kota Palu melalui Dinas UMKM, sehingga pelaku usaha dari luar kampus turut dilibatkan.
Saat ini sekitar 60 lebih pelaku usaha terlibat dalam ekspo, sementara sekitar 100 lainnya telah memperoleh pendanaan meski tidak semuanya membuka lapak di area kegiatan.
“Sehingga pada saat pembukaan ini, kami juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap yang sudah diberikan pendanaan oleh Pak Wali Kota melalui Dinas UMKM Kota Palu. Monitoring dan evaluasi itu kami lakukan hari ini,” ujar Vitayanti.
Rektor Untad, Prof Amar, menilai perubahan konsep tersebut mencerminkan penguatan fungsi edukatif dalam kegiatan Ramadan di kampus.
“Kalau tahun lalu kita hanya menyebutnya Pasar Ramadan, kali ini menjadi Ekspo Ramadan karena dibarengi beberapa kegiatan. Selain bazar yang ada, juga ada kegiatan edukasi, literasi, dan sebagainya,” ujarnya.
Ia menyampaikan harapan agar Ramadan menjadi momentum peningkatan spiritual sekaligus intelektual bagi sivitas akademika.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya mahasiswa yang kreatif dan inovatif di bidang usaha.
“Sehingga tepat seperti yang dikatakan tadi bahwa sekarang kita menciptakan alumni bukan untuk mencari kerja, tetapi menciptakan lapangan kerja. Ini luar biasa sekali. Jadi mendorong kreativitas dan inovasi juga merupakan hal yang penting,” kata Prof Amar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kewirausahaan.
Ekspo Ramadan ini dijadwalkan berlangsung hingga 7 Maret 2026 dan direncanakan menjadi agenda rutin tahunan di lingkungan kampus. (Rul/Nl)










