- Presiden Ganti Kepala BGN, Dadan Hindayana Dicopot
- Kemendagri Gelar Rakor Produk Hukum Daerah di Palu, Soroti Membludaknya Regulasi Daerah
- Resmi Berakhir! Armada RJA Keluar sebagai Juara Berani Cup Donggala 2026
- Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Mulai Cair Hari Ini, Cek Nominalnya
- Harga BBM Pertamina per 1 Juni Berubah, Pertamax Turbo Naik
- Sulteng Masuk Daerah Terbaik Pengendalian Inflasi di Sulawesi, Dapat Insentif Rp2 Miliar
- Palu dan Morowali Masuk Daerah Tujuan Migrasi Tertinggi di Sulteng
- Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman Sumbang Sapi Kurban di Masjid Raya Baitul Khairaat
- Kemendikdasmen Perbarui Kebijakan, Masuk SD Tak Lagi Harus Menunggu 7 Tahun
- Kendaraan di Palu Kini Wajib Menggunakan Plat Nomor Daerah
Satu-Satunya Akses Warga, Jembatan Desa Lero Kabupaten Donggala Terancam Putus

Keterangan Gambar : Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, DONGGALA – Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). Jembatan tersebut merupakan jalan penghubung sekaligus satu-satunya jalur Trans Sulawesi yang melintasi wilayah tersebut.
Bagian sisi barat jembatan terkikis derasnya aliran sungai yang meluap sejak pagi hari.
Baca Lainnya :
- BMKG: Pertemuan Massa Udara Jadi Pemicu Hujan Lebat di Donggala, Sigi, dan Palu
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Donggala, Getaran Terasa hingga Palu Utara
- BMKG Catat 4.120 Gempa Guncang Sulawesi Tengah Sepanjang 2025
- Sepanjang 2025, BMKG Catat 43.439 Gempa Terjadi di Indonesia
- Instruksi PP Muhammadiyah: Dana Infak Jumat di Semua Masjid Dialihkan untuk Korban Banjir Sumatra
Jembatan ini menjadi akses utama dan satu-satunya jalan penghubung Trans Sulawesi bagi warga Desa Lero dan desa sekitar menuju Kota Palu serta pusat pemerintahan Kabupaten Donggala.
Meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian demi keselamatan pengguna jalan.
Pantauan likeindonesia, warga terlihat bersiaga dan mengatur arus kendaraan secara mandiri karena tidak tersedia jalur alternatif lain di jalur Trans Sulawesi tersebut.
Salah seorang warga Desa Lero, Ahmad, mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir.
“Pagi tadi sempat macet. Air sungai sangat deras dan mengikis bagian bawah jembatan. Air juga membawa material kayu hingga pohon kelapa sehingga membuat pengendara takut melintas,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan.
“Kalau jembatan ini putus, warga tidak bisa ke mana-mana karena tidak ada jalan lain selain jalur ini," kata Ahmad. (BIM/Nl)




.jpg)





