- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Satu-Satunya Akses Warga, Jembatan Desa Lero Kabupaten Donggala Terancam Putus

Keterangan Gambar : Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). (Foto: Bimaz/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, DONGGALA – Jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, nyaris amblas akibat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026). Jembatan tersebut merupakan jalan penghubung sekaligus satu-satunya jalur Trans Sulawesi yang melintasi wilayah tersebut.
Bagian sisi barat jembatan terkikis derasnya aliran sungai yang meluap sejak pagi hari.
Baca Lainnya :
- BMKG: Pertemuan Massa Udara Jadi Pemicu Hujan Lebat di Donggala, Sigi, dan Palu
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Donggala, Getaran Terasa hingga Palu Utara
- BMKG Catat 4.120 Gempa Guncang Sulawesi Tengah Sepanjang 2025
- Sepanjang 2025, BMKG Catat 43.439 Gempa Terjadi di Indonesia
- Instruksi PP Muhammadiyah: Dana Infak Jumat di Semua Masjid Dialihkan untuk Korban Banjir Sumatra
Jembatan ini menjadi akses utama dan satu-satunya jalan penghubung Trans Sulawesi bagi warga Desa Lero dan desa sekitar menuju Kota Palu serta pusat pemerintahan Kabupaten Donggala.
Meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian demi keselamatan pengguna jalan.
Pantauan likeindonesia, warga terlihat bersiaga dan mengatur arus kendaraan secara mandiri karena tidak tersedia jalur alternatif lain di jalur Trans Sulawesi tersebut.
Salah seorang warga Desa Lero, Ahmad, mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir.
“Pagi tadi sempat macet. Air sungai sangat deras dan mengikis bagian bawah jembatan. Air juga membawa material kayu hingga pohon kelapa sehingga membuat pengendara takut melintas,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan.
“Kalau jembatan ini putus, warga tidak bisa ke mana-mana karena tidak ada jalan lain selain jalur ini," kata Ahmad. (BIM/Nl)










