- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
RSUD Anutapura Pastikan Layanan Tetap Optimal saat Libur Nyepi dan Lebaran

Keterangan Gambar : Suasana RSUD Anutapura, Kota Palu. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – RSUD Anutapura Palu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa libur cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari pengaturan tenaga medis hingga kesiapan layanan darurat.
Baca Lainnya :
- Dirlantas Polda Sulteng Ingatkan Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Pemudik Diminta Waspada
- Puncak Arus Mudik di Bandara Palu Diprediksi H-3 Lebaran, Penumpang Mulai Meningkat
- Pemprov Sulteng Tegaskan Honor Nakes Non-ASN di Daerah Jadi Tanggung Jawab Pemda
- Terminal Mamboro Capai Puncak Mudik, 433 Penumpang Diberangkatkan
- 2.216 Warga Binaan di Sulteng Diusulkan Terima Remisi Idul Fitri 2026, 7 Orang Langsung Bebas
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Anutapura, dr. Masita Mukhtar, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi besar bersama seluruh jajaran untuk mengantisipasi potensi kendala selama periode libur panjang tersebut.
Ia menjelaskan bahwa berbagai skenario telah dibahas dalam rapat tersebut, termasuk upaya mencari solusi terhadap kemungkinan hambatan pelayanan agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal.
“Jadi sebelumnya sebelum momen Cuti Bersama Nyepi dan Lebaran Idul Fitri tentunya kami pelayanan sudah mengadakan rapat besar ya dengan seluruh Kepala Bidang, Kepala Bagian, kepala unit, kepala instalasi, dokter-dokter,” ujarnya melalui telpon, Kamis (19/3) pagi.
Meski layanan poliklinik ditutup sementara, RSUD Anutapura memastikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi selama 24 jam penuh.
Pelayanan ini ditujukan untuk menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan maupun kasus yang membutuhkan penanganan segera.
“Walaupun poliklinik libur akan tetapi IGD kami siap 24 jam, untuk menerima masyarakat Kota Palu dan sekitarnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Ia menambahkan, layanan poliklinik dijadwalkan libur mulai 18 Maret dan kembali beroperasi pada 25 Maret 2026.
Sementara itu, kapasitas tempat tidur yang tersedia sebanyak 389 unit tetap disiagakan untuk mendukung pelayanan rawat inap.
Dalam menghadapi libur yang bertepatan dengan dua hari besar keagamaan, pihak rumah sakit juga melakukan penyesuaian jadwal tenaga kesehatan.
Pengaturan ini dilakukan agar tenaga medis dari berbagai latar belakang agama tetap dapat menjalankan ibadahnya, tanpa mengganggu pelayanan kepada pasien.
Menurutnya, tenaga kesehatan non-Muslim dan non-Hindu diperbantukan untuk mengisi layanan selama periode puncak libur, termasuk di ruang rawat inap dan IGD, sehingga kebutuhan pelayanan tetap terpenuhi.
Selain itu, layanan khusus seperti dialisis juga tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan bagi pasien.
“Untuk ruangan Dialisa kami karena sudah ada pasien-pasien kami dengan jadwal-jadwal yang telah ditentukan nah itu juga kami tetap melakukan pelayanan Dialisa bagi masyarakat membutuhkan yang sudah terjadwal di Rumah Sakit Anutapura,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, tetap dalam kondisi siaga untuk menangani pasien yang datang melalui IGD selama libur berlangsung.
Masita juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama masa libur, agar dapat merayakan hari besar keagamaan dengan kondisi tubuh yang tetap prima. (Rul)










