Rembuk Pemuda Sulteng, KPA, dan Kampus Berkolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Dupa Layana

By Inul Irfani 19 Jan 2026, 10:19:20 WIB Lingkungan
Rembuk Pemuda Sulteng, KPA, dan Kampus Berkolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Dupa Layana

Keterangan Gambar : Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Dupa Layana, Kota Palu, Sabtu (17/1/2025). (Foto: IST)


Likeindonesia.com, PALU – Rembuk Pemuda Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Komunitas Pecinta Alam (KPA) Khatulistiwa serta sejumlah organisasi kampus di Palu menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Dupa Layana, Kota Palu, Sabtu (17/1/2025).


Kegiatan ini menjadi wujud kerja bersama generasi muda dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan di Sulawesi Tengah.

Baca Lainnya :


Aksi penanaman berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WITA dan melibatkan pemuda serta relawan dari berbagai latar belakang. Sejumlah lembaga kemahasiswaan turut ambil bagian, di antaranya HIMAFI FMIPA Universitas Tadulako (Untad), HIMAFOR FT-UNISMUH, dan BEM FT-UNISMUH.


Penanaman mangrove dilakukan sebagai langkah untuk menekan risiko abrasi pantai, memulihkan ekosistem pesisir, serta memperkuat peran mangrove sebagai pelindung alami kawasan pantai.


Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai habitat biota laut dan berkontribusi dalam penyerapan emisi karbon guna mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.


Koordinator Rembuk Pemuda Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama generasi muda terhadap keberlanjutan wilayah pesisir.


“Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan simbolik, tetapi langkah nyata untuk menjaga pesisir dan masa depan Sulawesi Tengah. Kami berharap gerakan ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan,” ujarnya.


Selain fokus pada penanaman, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi sekaligus edukasi lingkungan bagi generasi muda. Peserta diajak memahami peran strategis mangrove dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta menjaga keanekaragaman hayati laut.


Rembuk Pemuda Sulawesi Tengah berharap, aksi penanaman mangrove ini dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dan mendorong keterlibatan lebih luas dari masyarakat, komunitas, serta pemangku kepentingan dalam menjaga dan melestarikan kawasan pesisir di Sulawesi Tengah. (Nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.