- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Pertamina Blokir 394 Ribu Nopol, Kendaraan Nakal Tak Bisa Isi BBM Subsidi

Keterangan Gambar : Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak (BBM). (Foto: iStockphoto)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga mengambil langkah tegas dengan memblokir 394 ribu nomor polisi (nopol) kendaraan yang kedapatan melakukan kecurangan dalam pembelian BBM subsidi. Pemblokiran ini membuat kendaraan tersebut tidak lagi bisa mengisi BBM bersubsidi di seluruh SPBU.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menuturkan, pihaknya terus melakukan penguatan sistem pengawasan dan digitalisasi demi memastikan penyaluran subsidi berjalan lebih tepat sasaran.
Baca Lainnya :
- Kemenkes Bakal Ubah Rujukan BPJS, Pasien Tak Perlu Lagi Bolak-balik RS
- Hacked by Mr.X
- Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Dihapus, Pembeli Kini Tak Perlu Bayar BBNKB
- Hujan Deras dan Angin Kencang Masih Akan Terjadi Sepekan ke Depan, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
- Marsinah hingga Soeharto, Nama-nama Ini Kini Resmi Jadi Pahlawan Nasional
“Program-program strategis yang terus kita dorong selama tahun 2025 antara lain program subsidi tepat baik untuk sektor BBM maupun sektor LPG,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR, Senin (17/11/2025).
Melalui sistem Subsidi Tepat, Pertamina berhasil mengidentifikasi ribuan kendaraan yang terindikasi melakukan fraud.
Data tersebut kemudian digunakan untuk memblokir akses pembelian BBM subsidi demi mencegah penyalahgunaan berulang.
Selain memblokir kendaraan pelanggar, Pertamina juga melakukan pembinaan terhadap 544 SPBU sepanjang 2025 sebagai bagian dari pengawasan lapangan yang lebih komprehensif.
“Selain itu dari sisi pengawasan sistem subsidi tepat ini telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kita blokir untuk antisipasi maupun mitigasi adanya penyalahgunaan BBM di SPBU,” ujar Mars Ega.
Dari sisi penjualan, Pertamina Patra Niaga mencatat volume 87 juta kiloliter hingga Oktober 2025, dengan 41 persen di antaranya merupakan produk nonsubsidi. (Nul/Nl)










