- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat Masuki Tahap Akhir, Siap Difungsikan 2026

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Cikasda Provinsi Sulawesi Tengah, Ruly Djanggola. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu - Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat Sulawesi Tengah di Kota Palu hampir tuntas.
Hingga awal Oktober 2025, progres fisiknya telah mencapai 98,5 persen dan kini memasuki tahap akhir atau finishing.
Baca Lainnya :
- Gerakan Baca & Bersuara IKAMABASTRA dan L Aksi Angkat Tema Makanan Bergizi Gratis Sebagai Gizi Pikir
- RS Anutapura Palu Catat Gangguan Pernapasan dan Pencernaan Paling Banyak Dikeluhkan Pasien
- Utamakan Teguran, Dirlantas Polda Sulteng Tegaskan Tak Ada Tilang
- Bank Sulteng Salurkan Beasiswa Berani Cerdas kepada 15.663 Siswa di Sulteng
- Tumbang di Kandang Sendiri, Manajer Persipal Janjikan Evaluasi dan Belanja Pemain di Putaran Kedua
Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah, Ruly Djanggola, mengatakan pekerjaan tersisa meliputi penyelesaian mihrab, pagar, dan beberapa bagian detail estetika bangunan.
“Alhamdulillah, per hari ini progres dari Masjid Raya Sulawesi Tengah sudah mencapai 98,5 persen, sebetulnya hampir 99 persen. Saat ini adalah kegiatan finishing, mihrab, pagar, jadi semuanya sebenarnya sudah selesai, tapi namanya pekerjaan beautifikasi itu kan membutuhkan ketelitian,” jelas Ruly Djanggola diwawancarai di Aula Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (9/10) sore.
Ia menuturkan, Masjid Raya Baitul Khairaat tidak hanya dibangun sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keagamaan dan peradaban Islam di Sulawesi Tengah.
Sejumlah fasilitas disiapkan di dalam dan sekitar kawasan masjid.
“Di masjid ini banyak fasilitasnya. Di lantai dasar ada aula yang mampu menampung 500 orang, museum peradaban Islam, perpustakaan, ruang aktivitas anak-anak, juga kantor pengelola. Di luar, di kawasan ruang terbuka hijau, ada tempat UMKM syariah,” paparnya.
Selain memiliki fasilitas lengkap, masjid megah yang berdiri di kawasan Palu Timur itu juga akan mencatatkan prestasi nasional.
Pada 20 Oktober mendatang, Masjid Raya Baitul Khairaat akan menerima dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Insyaallah nanti tanggal 20 Oktober akan ada penyerahan rekor MURI. Masjid Raya Baitul Khairaat ini mendapatkan penghargaan dua item, pertama sertifikasi kubah terbesar se-Indonesia untuk masjid dengan diameter 90 meter, kedua adalah jam terbesar se-Indonesia, urutan lima di dunia,” ujar Ruly.
Terkait pengelolaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah menyiapkan dua opsi skema, yakni dalam bentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau Badan Pengelola Mandiri.
Struktur pengelolaan nantinya akan mencakup urusan operasional dan pemeliharaan karena masjid tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi.
“Gubernur sudah menginstruksikan untuk pengelolaan masjid ini nanti akan ada dua skema, kalau tidak salam bentuk BLUM (Badan Layanan Umum), dia akan dalam bentuk Badan Pengelola, yang akan mengelola sendiri terkait dengan pemanfaatan dari masjid raya.”
Masjid Raya Baitul Khairaat mampu menampung 10.000 jemaah di ruang utama, dan hingga 30.000 jemaah jika termasuk area pelataran luar.
Lantai satu diperuntukkan bagi jamaah laki-laki dengan kapasitas 8.000 orang, sementara lantai dua menampung 2.000 jamaah perempuan.
Ruly menyebut, jika tidak ada kendala, masjid akan difungsikan sepenuhnya mulai tahun 2026 dan sudah bisa digunakan untuk salat tarawih dan Idul Fitri.
“Pasti, tahun 2026 akan dimanfaatkan dan digunakan. Kita tarawih di sana, kita lebaran di sana,” tutupnya optimistis. (Rul/Nl)










