- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Pasca Nataru, Harga Bahan Pokok di Palu Berangsur Stabil

Keterangan Gambar : Pedagang bahan pokok di salah satu pasar Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Palu yang sempat mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 kini mulai berangsur stabil.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu memastikan ketersediaan stok bahan pokok masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Lainnya :
- RSUD Anutapura Palu Luncurkan Layanan Bedah Retina Perdana di Sulawesi Tengah
- Arus Balik Nataru 2026 di Terminal Mamboro Palu Meningkat Tajam, Puncak Diprediksi 3 Januari
- Prajurit Kodam XXIII/Palaka Wira Raih Perak dan Perunggu di Open Petanque Competition 2025
- BMKG Catat 4.120 Gempa Guncang Sulawesi Tengah Sepanjang 2025
- AJI Palu Catat Tujuh Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis di Sulteng Sepanjang 2025
Kepala Disperindag Kota Palu, Zulkifli, mengatakan kondisi stok bahan pokok di awal tahun 2026 berada dalam kondisi cukup.
Ia menyebut penurunan harga mulai terlihat pada beberapa komoditas yang sebelumnya mengalami lonjakan.
“Di awal tahun ini, Alhamdulillah, pertama saya menyampaikan dulu bahwa stok persediaan bahan pokok kita untuk Kota Palu cukup,” ujar Zulkifli kepada wartawan, Senin (5/1/2025).
Menurutnya, sejumlah komoditas yang sempat naik menjelang Nataru kini menunjukkan tren penurunan harga.
Salah satunya adalah bawang merah yang sebelumnya menembus harga tinggi.
Zulkifli menjelaskan, harga bawang merah yang sempat mencapai Rp60 ribu per kilogram kini turun ke kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.
“Contoh seperti bawang. Bawang ini kan tembus sampai 60 kemarin. Sekarang di kisaran antara 50 sampai 55 ribu,” katanya.
Selain bawang merah, harga cabai juga mengalami penurunan setelah sempat melonjak.
Ia menyebut kondisi harga cabai saat ini sudah kembali ke level normal.
“Kemarin kan tembus sampai 40. Sekarang sudah di angka 30,” ujar Zulkifli.
Ia menambahkan, penurunan harga juga terjadi pada komoditas ikan, meski tidak dirinci secara detail.
Namun, masih ada satu komoditas yang hingga kini harganya relatif bertahan.
Zulkifli menyebut harga telur masih berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram dan belum mengalami penurunan signifikan dibanding komoditas lainnya.
“Hanya yang bertahan sampai sekarang ini adalah telur,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Disperindag Kota Palu menilai kondisi harga bahan pokok di awal tahun ini mulai bergerak menuju stabil.
Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan.
“Saya juga mengharapkan kepada warga masyarakat Kota Palu berbelanja dengan bijak, jangan menimbun barang. Karena stok kebutuhan kita cukup,” kata Zulkifli.
Disperindag juga memprediksi potensi kenaikan harga bahan pokok dapat kembali terjadi menjelang bulan suci Ramadan akibat meningkatnya permintaan.
Untuk itu, pengawasan dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan.
“Pemerintah akan selalu mengawasi stok-stok yang ada, baik itu di gudang maupun di pasar, dan dinas perindustrian perdagangan juga akan melaksanakan koordinasi dengan OPD-OPD terkait dalam rangka stabilisasi harga kebutuhan pokok,” pungkasnya. (Rul/Nl)










