- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Gubernur Sulteng Temui Massa Aksi, Janji Tindaklanjuti Aspirasi

Keterangan Gambar : Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, di tengah massa aksi di depan DPRD Sulteng, Kota Palu, Senin (1/9/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turun langsung menemui ribuan mahasiswa dan masyarakat yang berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulteng, Senin (1/9) sore.
Pantauan di lokasi, Anwar hadir bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD serta Wali Kota Palu.
Baca Lainnya :
- Ini Isi Tuntutan Mahasiswa dan Masyarakat Palu di DPRD Sulteng!
- Aksi Massa di DPRD Sulteng Berujung Kesepakatan dan Penandatanganan Berita Acara
- Ketua MUI Sulteng: Demonstrasi Harus Jadi Ruang Dialog, Bukan Ajang Kerusuhan
- Isu Polisi Lepas Tangan Jika Massa Anarkis Beredar, Ini Klarifikasi Polda Sulteng
- 1.273 Personel Gabungan Bakal Amankan Aksi Unjuk Rasa 1 September di Palu
Massa yang sebelumnya berorasi di gerbang, akhirnya berdialog terbuka di halaman kantor dewan.
Anwar menyampaikan apresiasi atas jalannya aksi. Ia menilai masyarakat dan mahasiswa telah menunjukkan sikap demokrasi yang sehat.
“Saya sangat terharu dan bangga sekali, masyarakat Kota Palu sangat luar biasa, masyarakat Sulawesi Tengah umumnya,” kata Anwar.
Menurutnya, aksi damai itu bisa menjadi contoh nasional.
“Warga Sulawesi Tengah begitu getol memperjuangkan hak masyarakat, tapi dengan mengedepankan akal sehat,” ujarnya.
Menanggapi tuntutan soal tambang, Anwar menegaskan komitmennya.
“Yang pertama soal tambang ini menjadi komitmen saya, saya akan terus berjalan,” katanya.
Namun ia menekankan, langkah itu tidak bisa dijalankan sendiri.
Ia meminta dukungan masyarakat untuk mengawal bersama.
Dialog terbuka berujung pada penandatanganan berita acara kesepakatan antara aliansi, DPRD, dan pemerintah daerah.
Setelah itu, massa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian. (Rul/Nl)










