- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
BPOM Intensifkan Pengawasan Keamanan Pangan Jelang Ramadan di Palu

Keterangan Gambar : Kepala BPOM Palu, Mardianto. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — BPOM Palu mengintensifkan pengawasan keamanan dan mutu pangan menjelang Ramadan 2026 dengan melakukan inspeksi di gudang dan etalase ritel salah satu swalayan di Kota Palu, Rabu (18/2/2026) pagi.
Pengawasan dilakukan bersama lintas sektor untuk memastikan produk pangan yang beredar aman dikonsumsi, terutama menjelang peningkatan permintaan masyarakat pada periode Ramadan dan Idul Fitri.
Baca Lainnya :
- Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 Hijriah/2026 untuk Wilayah Palu dan Sekitarnya
- Umat Buddha Rayakan Imlek 2577 dengan Puja Bakti di Vihara Karuna Dipa Palu
- Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2577 di Palu
- Wakil Ketua MPR Kawal Langsung Pembangunan Jembatan di Tiga Titik Sulteng
- Fajar Al Amri Tampil Lawan Ketua POBSI Sulteng di Funmatch Palu
Kepala BPOM Palu, Mardianto, mengatakan intensifikasi pengawasan dilakukan pada sarana peredaran dan produk pangan guna memastikan seluruh komoditas memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.
“Dalam rangka pengawalan keamanan pangan, kita balai pom di Palu bersama lintas sektor ada Dinas Kesehatan, kita melakukan intensifikasi pengawasan keamanan pangan dan mutu pangan di peredaran,” ujarnya kepada media ini diwawancarai usai sidak.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi masyarakat pada hari besar keagamaan.
Menurutnya, peningkatan permintaan berpotensi memengaruhi kualitas produk jika pengawasan tidak diperkuat.
Mardianto menuturkan pihaknya memastikan produk pangan yang diperdagangkan memenuhi standar keamanan, termasuk menelusuri produk yang tidak memiliki izin edar, rusak, atau telah kedaluwarsa.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan pada rantai distribusi mulai dari importir hingga ritel.
“Memang hari ini kami melakukan intensitikasi pengawasan pangan hari ini di swalayan Grand Hero ya, kita mau memastikan bahwa pangan yang diperjualbelikan yang diedarkan memenuhi keamanan dan mutunya,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan secara langsung di lapangan, tetapi juga melalui pemantauan perdagangan daring serta sarana distribusi lain, termasuk pembuat parsel.
Menurut Mardianto, pengawasan juga menitikberatkan pada sistem penyimpanan pangan, seperti pengendalian suhu, kebersihan gudang, dan pengendalian hama.
Hal tersebut penting mengingat kondisi suhu di Palu yang relatif tinggi dapat memengaruhi kualitas produk.
“Jangan sampai nanti hanya karena salah melakukan penyimpanan menyebabkan produk yang sebelumnya belum kadaluarsa bisa rusak,” ujarnya.
BPOM Palu menegaskan pengawasan dilakukan dengan pendekatan pembinaan, dengan harapan pelaku usaha dapat melakukan perbaikan terhadap temuan di lapangan demi menjaga keamanan pangan masyarakat menjelang Ramadan. (Rul/Nl)










