- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
BMKG Pastikan Gelombang Tinggi Tak Meluas ke Perairan Sulteng

Keterangan Gambar : Forecaster BMKG Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Abi Aslam. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi gelombang laut di perairan Sulawesi Tengah saat ini masih dalam kategori aman dan cenderung berangsur normal.
Kepastian ini disampaikan menyusul adanya informasi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Utara yang sempat menjadi perhatian publik.
Baca Lainnya :
- Curamor Masih Jadi Ancaman, Palu Sumbang Kasus Terbanyak di Sulteng
- Tinjau SMANOR Tadulako, Ketua KONI Sulteng Dorong Sport Science dan Pemanfaatan Kawasan PPLP
- Kasus Narkoba Pelajar di Palu Meningkat, BNN Nyatakan Status Darurat
- Puncak Arus Balik Nataru, Penumpang KM Lambelu Padati Pelabuhan Pantoloan
- Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Donggala, Getaran Terasa hingga Palu Utara
Forecaster BMKG Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Abi Aslam, menjelaskan bahwa potensi gelombang sedang hingga tinggi memang sempat terdeteksi di Sulawesi Tengah.
Namun, gelombang tinggi tersebut hanya terjadi pada waktu dan wilayah tertentu.
“Untuk Sulawesi Tengah sendiri, dari kami sudah beberapa kali memperkirakan adanya potensi gelombang sedang hingga tinggi. Namun, untuk gelombang tinggi itu sendiri, berdasarkan pantauan dan perkiraan kami, hanya terjadi pada satu waktu, yaitu kemarin tanggal 5,” ujar Abi Aslam ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/1/2025) pagi.
Ia menyebutkan, potensi gelombang tinggi tersebut hanya terpantau di wilayah perairan Buol.
Sementara itu, untuk wilayah perairan lainnya di Sulawesi Tengah tidak terpantau adanya gelombang tinggi.
Abi Aslam menambahkan, mulai tanggal 6 dan seterusnya, kondisi gelombang laut di Sulawesi Tengah diperkirakan berangsur normal.
Menurutnya, sebagian besar wilayah perairan Sulawesi Tengah berada pada kategori gelombang rendah hingga sedang dan tidak setinggi kondisi yang terjadi di wilayah lain.
“Untuk tanggal 6 dan seterusnya, kondisi gelombang diperkirakan berangsur normal. Kemungkinan gelombang di wilayah Sulawesi Tengah hanya berada pada kategori rendah hingga sedang,” katanya.
Sementara itu, terkait potensi gelombang tinggi yang sempat terpantau di perairan Buol, Abi Aslam menegaskan bahwa data tersebut masih berupa perkiraan dan belum merupakan hasil pengukuran langsung di lapangan.
“Sebenarnya data tersebut bukan merupakan data real-time gelombang yang terukur langsung, melainkan masih berupa perkiraan. Karena memang pengamatan gelombang di laut itu terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, realisasi kondisi gelombang di lapangan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Namun demikian, untuk tanggal 6 dan 7, BMKG memastikan sudah tidak ada lagi potensi gelombang tinggi di perairan Sulawesi Tengah.
Abi Aslam mengatakan, kondisi gelombang laut di wilayah Sulawesi Tengah secara umum masih aman.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk terus memantau informasi cuaca terbaru.
“Iya, masih aman,” katanya saat ditanya mengenai kondisi gelombang laut di wilayah perairan Sulawesi Tengah.
Terkait penyebab terjadinya gelombang tinggi di wilayah lain, BMKG menjelaskan adanya pengaruh gangguan Madden–Julian Oscillation (MJO).
Menurut Abi Aslam, ketika MJO berada pada fase aktif, khususnya fase 4 di wilayah Maritime Continent, kondisi cuaca di Indonesia menjadi lebih aktif.
“Dampaknya, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat, angin kencang, serta kondisi cuaca yang lebih basah,” ujarnya.
BMKG juga menilai potensi cuaca ekstrem di Sulawesi Tengah ke depan cenderung menurun.
Ia menyebutkan, kondisi cuaca yang relatif lembap saat ini diperkirakan hanya berlangsung dalam beberapa hari ke depan sebelum kembali cerah seperti kondisi Palu pada umumnya.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau para nelayan untuk rutin memantau informasi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi yang dapat memberikan peringatan dini secara langsung.
Dengan demikian, BMKG menegaskan bahwa meski terdapat dinamika cuaca di wilayah lain, kondisi gelombang laut di perairan Sulawesi Tengah saat ini masih terkendali dan aman untuk aktivitas laut dengan tetap memperhatikan kewaspadaan. (Rul/Nl)










