- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
Uji Cepat Formalin di Pasar Manonda Palu, Sampel Ikan Dinyatakan Aman Konsumsi

Keterangan Gambar : Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah memastikan ikan yang dijual di Pasar Ikan Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, Senin (9/2/2026). (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah memastikan ikan yang dijual di Pasar Ikan Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, aman untuk dikonsumsi setelah dilakukan pengujian cepat kandungan formalin langsung di lokasi pasar.
Pengujian dilakukan dengan metode uji cepat (rapid test) menggunakan pengambilan sampel ikan segar yang kemudian dites di tempat.
Baca Lainnya :
- Didampingi KONI, Gubernur Sulteng Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali SEA Games 2025
- BPJN Sulteng: Jembatan Palu IV dan Elevated Road Tak Diperuntukkan Bagi Pejalan Kaki hingga Pesepeda
- Uji Coba Lalu Lintas Jembatan Palu IV Digelar, Evaluasi Simpang Jadi Perhatian
- Jelang Ramadan, Satgas Sapu Bersih Temukan Minyak Kita Dijual di Atas HET di Pasar Palu
- Warga Palu yang Punya Kerja Makin Banyak, Bertambah 3.088 Orang
Metode ini digunakan untuk mendeteksi secara langsung adanya kandungan formalin atau bahan berbahaya lain pada produk pangan segar.
Kepala UPT Pengembangan Sertifikasi Mutu Keamanan Pangan Dinas Pangan Sulawesi Tengah, Chusnarni Widyawati, mengatakan pengambilan sampel dilakukan terhadap sejumlah jenis ikan yang umum dikonsumsi masyarakat.
“Alhamdulillah tadi kami sudah mengambil sampel di pasar ikan,” ujar Chusnarni kepada awak media di Pasar Inpres Manonda Palu, Senin (9/2/2026) siang.
Ia menjelaskan, dari hasil pengujian yang dilakukan, seluruh sampel ikan yang diperiksa menunjukkan hasil negatif formalin dan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan.
“Beberapa yang kami ambil itu alhamdulillah yang kami temukan tadi semuanya negatif. Semuanya di bawah ambang batas, sehingga sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.
Chusnarni menyebutkan, jenis ikan yang diuji di antaranya ikan bandeng, ikan lajang, dan ikan katombo.
Selain ikan, pengujian juga menyasar bahan pangan lain yang dijual di pasar.
“Ikan bandeng sama ikan lajang dan katombo. Iya, sama ayam dan daging,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengujian keamanan pangan akan kembali dilakukan menjelang Ramadan sebagai upaya memastikan bahan pangan yang beredar tetap aman dan layak konsumsi.
“Insya Allah H-2 ini sebelum Ramadan kami akan turun sama-sama untuk mengecek untuk ikan dan lain-lain,” kata Chusnarni.
Dinas Pangan Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap memilih bahan pangan yang segar dan layak konsumsi, serta tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya pada produk pangan yang dijual di pasar. (Rul/Nl)


_2.jpg)







