- Jokowi Dijadwalkan Sambangi Palu, Bakal Resmikan Kantor DPW PSI Sulteng
- Le Na Jodoh, ADISTA Tak Jadi Tampil di Konser HUT Kota Palu ke-48
- Pemerintah Siapkan Skema Kuliah Gratis di PTN, Pelaksanaan Akan Bertahap
- Makin Sedikit Warga Sulteng yang Fokus Mengurus Rumah Tangga, Jumlahnya Turun 61 Ribu
- 2,46% Rumah Tangga di Palu Masih Andalkan Air Hujan untuk Minum
- 40% Gen Z Pilih Nikah di KUA, Uang Lebih Diprioritaskan untuk Kehidupan Setelah Menikah
- Catat Jamnya! 25 September Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Enam Wilayah Sulteng, Termasuk Palu
- Influenza Tipe A Super Flu Merebak di RI, Anak-Anak Paling Banyak Terinfeksi
- KONI Sulteng Dorong PBFI Tingkatkan Pembinaan dan Prestasi Atlet
- Cegah Pungli, Polri Siapkan Mesin Cetak SKCK Mandiri Mulai 2027, Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
ARKOM Siapkan Pilot Project Penataan Permukiman Berbasis Komunitas di Kampung Baru Palu

Keterangan Gambar : Ketua ARKOM Indonesia, Yuli Kusworo, saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di ruang kerja Wakil wali kota, Jumat (6/3/2026). (Foto : Humas Pemkot Palu)
Likeindonesia.com, Palu – ARKOM Indonesia berencana memulai program percontohan penataan kawasan permukiman berbasis komunitas di Kampung Baru, Kota Palu, pada 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong penataan lingkungan permukiman yang lebih layak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana di kota tersebut.
Baca Lainnya :
- Bukber Nambaso Digelar Hari Ini, Pemprov Sulteng Siapkan 10 Ribu Porsi Gratis untuk Warga
- BPOM Palu Naik Status Jadi Balai Besar, Pengawasan Obat dan Makanan di Sulteng Diperkuat
- Resmi! KONI Sulteng Serahkan SK Pengurus KONI Kota Palu, Tegaskan Tak Ada Politisasi
- Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Palu, Stok Ludes dalam Sejam
- Anwar Hafid Tegaskan Penegakan Norma Ketenagakerjaan Demi Iklim Investasi Sehat di Sulteng
Rencana tersebut disampaikan Ketua ARKOM Indonesia, Yuli Kusworo, saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di ruang kerja Wakil wali kota, Jumat (6/3/2026).
Dalam pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama pelaksanaan program.
Yuli menjelaskan, program yang akan dijalankan mengusung pendekatan pembangunan berbasis komunitas, yakni melibatkan masyarakat secara langsung sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan kawasan permukiman.
Pendekatan serupa sebelumnya telah diterapkan dalam program rekonstruksi pascabencana di kawasan Mamboro Perikanan melalui skema relokasi mandiri kolektif.
“Program rekonstruksi pascabencana berbasis komunitas yang kami jalankan di kawasan Mamboro Perikanan melalui relokasi mandiri kolektif mendapat banyak apresiasi,” jelas Yuli.
“Namun demikian, di Kota Palu masih terdapat sejumlah persoalan permukiman yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk masyarakat yang hingga kini masih menempati hunian sementara,” lanjutnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan ARKOM Indonesia terus mendorong upaya penataan kawasan permukiman dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama.
Dalam rencana pilot project di Kampung Baru, warga akan dihimpun dan diorganisasi dalam kelompok-kelompok komunitas yang berperan aktif dalam menyusun perencanaan penataan lingkungan tempat tinggal mereka.
“Ketika masyarakat sudah siap dan terorganisir dengan baik, mereka akan bersama-sama menyusun perencanaan penataan kawasan yang baru. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat masuk secara lebih terarah dan tepat sasaran,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi model penataan permukiman berbasis komunitas di Kota Palu, terutama bagi kawasan yang masih menghadapi persoalan hunian pascabencana. (Rul/Nl)










