- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
Sampah Laut di Morowali Disorot, Disebut Menghambat Aktivitas Pelayaran

Keterangan Gambar : Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyoroti sampah di wilayah perairan Morowali. (Foto : IST)
Likeindonesia.com, Morowali – Persoalan sampah di laut masih menjadi masalah serius di wilayah perairan Morowali.
Sampah yang mengapung di laut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga disebut mulai mengganggu aktivitas pelayaran di sejumlah jalur laut.
Baca Lainnya :
- Pria Asal Sultra Diciduk di Bahodopi, Polisi Sita Sabu 154,58 Gram
- Ramp Check di Pelabuhan Rakyat Banggai Laut, Sejumlah Kapal Diminta Lengkapi Alat Keselamatan
- Tenaga Honorer Sulteng Diminta Tenang, Wagub Pastikan Honor Tetap Cair
- Mudik Lewat Laut? Pelni Palu Siapkan Dua Kapal, Tiket Ekonomi Diskon 30 Persen
- Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Perairan Tojo Una-Una, Terasa di Ampana
Kondisi tersebut diungkapkan Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, yang mengaku sering melihat langsung banyaknya sampah di laut saat melakukan perjalanan antarwilayah menggunakan jalur laut.
Menurutnya, penanganan sampah di daratan mulai menunjukkan kemajuan, namun persoalan sampah di laut masih menjadi tantangan yang belum terselesaikan.
“Persoalan sampah di daratan sudah mulai menghampiri sekitar 80 persen mulai tuntas. Tapi yang paling berbahaya hari ini adalah sampah di laut. Ini menjadi PR terbesar kita bersama,” ujar Iksan, dikutip dari akun media sosial @iksanbaharudin_, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan sampah yang mengapung bahkan bisa memperlambat perjalanan kapal.
Dalam beberapa perjalanan, kapal harus mengurangi kecepatan atau menghindari tumpukan sampah di permukaan laut.
“Kalau ditanya kenapa Pak Bupati tau banyak sampah di laut? Saya ini sekarang 50-50 perjalanan saya, laut 50 persen dan daratan 50 persen. Justru yang membuat perjalanan laut sering terlambat itu karena sampah,” katanya.
Ia mencontohkan perjalanan laut dari Bungku menuju Bahodopi yang normalnya dapat ditempuh sekitar 20 menit.
Namun ketika sampah banyak mengapung di perairan, waktu tempuh bisa bertambah hingga dua kali lipat karena kapal harus beberapa kali berhenti.
“Jadi ini sudah kita buktikan. Kalau dikatakan sampah laut itu tidak ada, nyatanya sampah laut itu ada dan sangat banyak,” pungkasnya. (Rul/Nl)










