Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Palu, Stok Ludes dalam Sejam

By Inul Irfani 04 Mar 2026, 13:45:51 WIB Daerah
Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Palu, Stok Ludes dalam Sejam

Keterangan Gambar : Ratusan warga memadati Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Banteng, Kota Palu, Rabu (4/3) pagi. (Foto : Syahrul/Likeindonesia.com)


Likeindonesia.com, Palu – Ratusan warga memadati Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Jalan Banteng, Kota Palu, Rabu (4/3) pagi.


Mereka rela mengantre demi mendapatkan bahan pokok bersubsidi dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Baca Lainnya :


Dalam waktu kurang dari satu jam, sebagian besar komoditas yang disediakan ludes diborong masyarakat.


Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Nuriah Fatimah, mengatakan, gerakan pangan murah merupakan program dari Badan Pangan Nasional melalui dinas pangan yang bertujuan menstabilkan pasokan dan harga pangan, sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).


“Gerakan pangan murah ini adalah program dari badan pangan nasional melalui dinas pangan, tujuannya untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan dan mengendalilan inflasi, khususnya menjelang HBKN,” ujarnya kepada media ini diwawancarai. 


Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM juga menyasar masyarakat dengan daya beli rendah.


Pemerintah mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang HBKN dengan memberikan subsidi pada sejumlah komoditas.


“Disini barang-barangnya itu sebagian disubsidi, ada 9 komoditi pangan itu kita subsidi dari dinas pangan,” katanya.


Menurutnya, sarana dan prasarana kegiatan difasilitasi oleh Badan Pangan Nasional, sedangkan subsidi komoditas didukung pemerintah daerah.


Bantuan dari Gubernur Sulawesi Tengah turut digunakan untuk menekan harga beberapa bahan pokok.


Ia menambahkan, setiap warga dibatasi jumlah pembeliannya agar distribusi merata. 


Satu orang hanya diperbolehkan membeli maksimal 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, serta 2 liter minyak goreng.


Untuk harga, beras premium dijual Rp65 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Rp35 ribu per 2 liter, dan gula pasir Rp12 ribu per kilogram. 


Telur medium juga disubsidi dengan harga Rp48 ribu per rak.


“Kalau beras sendiri harganya di Rp65 ribu itu premium, minyak goreng 2 Liter hanya Rp35 ribu, gula pasir Rp12 ribu per kg,” jelasnya.


Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pangan menyiapkan sekitar 4 ton beras, 1,5 ton gula, 800 liter minyak goreng, dan 1 ton terigu.


Sementara telur disediakan sebanyak 200 rak. Namun, minat masyarakat paling tinggi pada tiga komoditas utama, yakni beras, minyak goreng, dan gula pasir.


“Jadi ini program pemerintah untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan membantu masyarakat untuk menjangkau beberapa komoditi harga pangan yang pada saat HBKN ini sangat dibutuhkan,” ucap Nuriah.


Ia menegaskan, tidak ada persyaratan khusus bagi warga yang ingin berbelanja dalam GPM. 


Kegiatan ini terbuka untuk umum, dengan pembatasan jumlah pembelian per orang guna memastikan pemerataan.


“Untuk GPM kita tidak syaratkan, hanya kita batasi belanjanya, ini berlaku untuk umum,” pungkasnya. (Rul/Nl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.