- 428 Gempa Terjadi di Sulteng dalam Sepekan
- Bantuan untuk Korban Gempa di Sulteng Bertambah, PT Donggi Senoro LNG Serahkan Kasur hingga Selimut
- Tiga Wilayah Sulteng Diguncang Gempa pada 1 Juli, Terkuat di Sigi
- Ini Daerah dengan Pengeluaran Makanan dan Minuman Jadi Tertinggi di Sulteng, Palu dan Poso Teratas
- Harganas 2026, Orang Tua di Sulteng Diminta Bijak Dampingi Anak Gunakan Gawai
- Suhu Palu Tembus 34,7 Derajat, Wagub Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perubahan Iklim
- Palu Catat Suhu Maksimum 35 Derajat, Jadi Wilayah Terpanas Kedua di RI
- 50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
Jelang Ramadan, Satgas Sapu Bersih Temukan Minyak Kita Dijual di Atas HET di Pasar Palu

Keterangan Gambar : Direktur Ketersediaan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto memimpin sidak di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (9/2/2026). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pangan menemukan penjualan minyak goreng rakyat Minyak Kita di atas harga eceran tertinggi (HET) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (9/2/2026) siang.
Pengawasan ini dipimpin langsung Direktur Ketersediaan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra Wijayanto, sebagai bagian dari penguatan pengawasan pangan menjelang bulan Ramadan.
Baca Lainnya :
- Warga Palu yang Punya Kerja Makin Banyak, Bertambah 3.088 Orang
- Sejumlah Pemuda Datangi Kantor Desa Ampibabo, Tuntut Transparansi Anggaran hingga Aset Pemuda
- Berani Ba Gass di Banggai Jadi Daya Tarik Sport Tourism, Ribuan Warga Hadir
- KONI Sulteng Apresiasi Padel yang Kian Populer di Kota Palu
- Anak 10 Tahun Tenggelam di Pantai Leok Buol Ditemukan Meninggal
Indra Wijayanto mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengawasi pelanggaran harga dan keamanan pangan melalui Satgas Sapu Bersih Pangan.
Ia menyebutkan pengawasan diawali dengan koordinasi bersama seluruh polres dan dinas terkait di Provinsi Sulawesi Tengah sebelum turun langsung ke pasar.
“Di Pasar Inpres kami melakukan pemantauan pengawasan dalam rangka Satuan Tugas Sapu Bersih, Satgas Saber, pelanggaran harga pangan dan keamanan pangan,” kata Indra dihadapan awak media usai sidak.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Indra menyebut harga beras dan komoditas hortikultura masih relatif stabil dan sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi maupun harga acuan penjualan.
Namun, berbeda dengan minyak goreng rakyat yang ditemukan dijual melebihi ketentuan.
“Untuk beras maupun hortikultura harga masih relatif stabil sesuai dengan HET dan HAP. Tetapi untuk minyak kita, ada yang menjual Rp18.000 dan ada yang Rp17.000, padahal HET-nya Rp15.700,” ujarnya.
Indra menjelaskan, sebagian pedagang mengaku memperoleh Minyak Kita dengan harga yang sudah berada di atas HET di tingkat pemasok.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi catatan evaluasi bersama, termasuk terhadap jalur distribusi yang melibatkan Bulog.
“Mereka rata-rata mengaku membeli dengan harga Rp190 ribu sampai Rp195 ribu per karton. Artinya membelinya pun sudah di atas HET. Ini menjadi evaluasi buat kita semua, termasuk Bulog,” kata Indra.
Ia menegaskan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, minyak goreng rakyat yang telah disalurkan kepada Bulog wajib didistribusikan sesuai harga eceran tertinggi dan dalam bentuk eceran.
Hasil pemantauan di lapangan, lanjut Indra, menunjukkan adanya perbedaan antara ketentuan dan praktik penjualan.
“Hasil pantauan tanya jawab bersama pedagang, ada yang mendapatkan hingga 10 karton dan harganya pun sudah tinggi. Padahal sesuai perjanjian, seharusnya dijual dengan harga eceran tertinggi Rp15.700 dan dalam bentuk eceran,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng, Kompol Andhika Y.T Maeyasa menyatakan pihaknya akan menelusuri sumber pelanggaran harga tersebut.
Ia menegaskan penindakan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami dari tim Saber pelanggaran harga sudah melakukan cek lapangan langsung dan memang menemukan harga Minyak Kita bervariasi, ada Rp17.000 hingga Rp18.000, yang jelas menyalahi HET Rp15.700,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan dalam Satgas Sapu Bersih dilakukan secara bertahap.
“Tidak semuanya langsung dipidana. Ada tahapan teguran satu, dua, dan tiga, hingga sanksi administratif berupa penutupan izin. Jika ditemukan unsur pidana seperti penimbunan atau mutu pangan yang tidak baik, baru kami proses sesuai aturan pidana,” katanya.
Pemerintah memastikan pengawasan harga dan distribusi pangan akan terus diperketat menjelang Ramadan guna menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, serta mencegah praktik distribusi yang menyimpang pada komoditas pangan strategis. (Rul/Nl)

.jpg)








