- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
HET LPG 3 Kg di Sulteng Naik Jadi Rp20 Ribu, Pemprov Usulkan Tambahan Kuota

Keterangan Gambar : Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid memimpin rapat koordinasi virtual, Senin (11/8/2025). (Foto : Biro Adpim Sulteng)
Likeindonesia.com, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) LPG tabung 3 kilogram menjadi Rp20 ribu untuk jarak distribusi 0–60 kilometer.
Kenaikan ini diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 500.10.8.3/111/Ro.Ekon-G.ST/2025.
Baca Lainnya :
- Satu-Satunya Wakil Sulteng, Brigpol Akyko Perkuat Timnas Teqball Indonesia Berlaga di SEA Games 2025
- Ranperda Masyarakat Adat Dibahas DPRD Sulteng, Jawab Kekosongan Hukum Lintas Kabupaten
- Hutan Kota Palu Bakal Dibaharui Total, Jadi Ikon Hijau Baru Sulawesi Tengah
- Status Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Naik Kelas Internasional
- Warga Binaan Sulawesi Tengah Tampilkan Karya di Panggung Nasional IPPA Fest 2025
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengatakan, LPG 3 kilogram merupakan program subsidi pemerintah pusat untuk masyarakat kurang mampu, namun penggunaannya kini merata di semua kalangan.
“LPG 3 Kg adalah program subsidi pemerintah pusat untuk masyarakat kurang mampu. Namun di lapangan, penggunaannya sudah merata ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya dalam rapat koordinasi virtual, Senin (11/8/2025).
Ia menyebut penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga distribusi dan memastikan subsidi tepat sasaran.
Anwar juga mengungkapkan kuota LPG 3 kilogram di Sulteng belum mencukupi kebutuhan warga, sehingga Pemprov mengusulkan penambahan kuota ke Kementerian ESDM pada 29 Juli 2025, dengan keputusan diharapkan keluar November mendatang.
“Harapan kita, pada November nanti kuota Sulteng bisa ditambah sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” kata Anwar.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan distribusi untuk mencegah penimbunan dan perdagangan ilegal, serta mendorong warga mampu beralih ke LPG non-subsidi. (Rul/Nl)










