- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
- Abdurahim Nasar Al-Amri Soroti Mandeknya RDTR, DPRD Palu Siap Koordinasi Ulang ke Pusat
Harga Lebih Murah, Warga Padati Pasar Tani Kota Palu

Keterangan Gambar : Warga memadati Pasar Tani di Taman Vatulemo Kota palu, Rabu (24/9) pagi. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Puluhan stan petani, nelayan, hingga pelaku UMKM meramaikan pelaksanaan Pasar Tani yang digelar di Taman Vatulemo Palu, Rabu (24/9) pagi.
Sejak dibuka Selasa (23/9) kemarin, kegiatan ini dipadati masyarakat yang berbelanja berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasar umum.
Baca Lainnya :
- BPN Sulteng Serahkan 21 Sertifikat Tanah, Targetkan Seluruh Aset Bersertifikat Elektronik pada 2026
- Palu Menari Festival 2025 Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Dialog Tubuh dan Kebencanaan
- Penyelesaian Konflik Lahan di Palu, Tondo dan Talise Masuk Pemetaan Awal
- Karnaval TK di Palu Tampilkan Keberagaman Budaya dan Profesi
- Polda Sulteng Bongkar Peredaran 7,2 Kg Sabu di Palu, Dua Pelaku Ditangkap
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kota Palu, Wahyuddin, mengatakan Pasar Tani merupakan agenda rutin Dinas Pertanian.
Tahun ini, kegiatan yang biasanya digelar di kantor dinas dipindahkan ke Taman Vatulemo.
“Tujuan kami melaksanakan pasar tani ini adalah memutus mata rantai pasar sehingga bisa memudahkan para konsumen untuk membeli barang-barang. Barang yang kami jual dari kelompok tani mempunyai selisih harga dengan pasar umum, kami menjual di bawah harga pasar,” jelasnya kepada media ini diwawancarai di lokasi, Rabu (24/9) pagi.
Ia menambahkan, sekitar 50 petani ikut serta dalam kegiatan tersebut, memasarkan berbagai hasil panen seperti sayuran, cabai, tomat, buah-buahan, hingga beras SPHP.
Tidak hanya itu, nelayan juga turut menjual hasil tangkapan ikan segar di lokasi yang sama.
Sitti Sinarsari, salah satu pelaku UMKM yang ikut berjualan, menyambut baik keterlibatan mereka dalam pasar tani.
Menurutnya, kegiatan ini memberi ruang promosi sekaligus peluang menambah penghasilan.
“Kalau torang UMKM dilibatkan sudah senang sekali karena sebagai ajang promosi, bisa mengenalkan produk-produk ke khalayak ramai,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan dinas terkait terus melibatkan UMKM dalam setiap kegiatan serupa agar bisa berkolaborasi dengan kelompok tani.
Menurutnya, antusiasme masyarakat juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil.
“Alhamdulillah bagus rame, jadi karena mereka banyak yang disubsidi jadi animo masyarakat sangat antusias, dorang rame dan teman-teman UMKM kena imbasnya juga,” katanya.
Pantauan di lokasi, puluhan stan tampak menjajakan beragam produk.
Mulai dari sayuran segar, buah-buahan, bumbu dapur, hingga hasil olahan UMKM. Suasana ramai dipadati warga yang silih berganti berbelanja. (Rul/Nl)










