- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Fluktuasi Harga Tomat, dari Rp35 Ribu Kini Turun Jadi Rp7 Ribu Per Kilogram
.jpg)
Keterangan Gambar : Pedagang tomat i Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu — Setelah sempat melambung hingga Rp35 ribu per kilogram, harga tomat di Kota Palu kini anjlok tajam.
Di sejumlah pasar tradisional, harga tomat turun hingga kisaran Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per kilogram.
Baca Lainnya :
- Damkar Palu Selamatkan Remaja yang Terjepit Saat Coba Ambil Uang di Tanggul Talise
- Lima Tempat Usaha di Palu Disegel karena Tunggakan Pajak Daerah
- Briptu Pangeran Wana Kapito Dipanggil ke Pelatnas Sepaktakraw Jelang SEA Games 2025
- Warga Keluhkan Mahalnya Harga Bahan Pokok, Disperindag Palu Gelar Operasi Pasar Murah
- Terjebak Semalaman di Gunung Nokilalaki, Enam Pendaki Berhasil Dievakuasi Selamat
Pantauan di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Kota Palu, penurunan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Para pedagang menyebut anjloknya harga disebabkan melimpahnya stok akibat masa panen di sejumlah sentra produksi di Sulawesi Tengah, seperti Biromaru, Napu, dan Palolo.
"Alhamdulillah sudah turun, Rp7 ribu, Rp8 ribu, ada yang tomat kelereng itu sudah Rp5 ribu," ujar Iftiah, salah satu pedagang tomat di Pasar Inpres Manonda, saat dijumpai Rabu (6/8) pagi.
Menurut Iftiah, sebelumnya harga tomat sempat mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, terutama untuk jenis tomat kelereng.
Namun kini stok dari petani kembali melimpah.
"Mungkin karena stoknya banyak ya, ndak ada pengiriman, biasa kalau kurang itu banyak pengiriman ke Kalimantan," tambahnya.
Hal senada disampaikan Ahmad, pedagang lain yang juga merasakan dampak turunnya harga.
"Betul (sudah turun). Kalau untuk partai sekarang Rp5 ribu, Rp6 ribu. Kalau eceran sekarang Rp10 ribu, Rp8 ribu," ucapnya.
Ahmad menyebut penurunan harga mulai terasa sejak sepekan terakhir, setelah sebelumnya sempat mencapai harga tertinggi Rp35 ribu per kilogram.
Ia memperkirakan, kondisi ini terjadi karena sudah memasuki panen raya.
"Kalau bagian Sulawesi Tengah, Palolo, Biromaru. Tergantung musim juga, kalau hujan kan bisa naik lagi harganya," jelasnya.
Fenomena fluktuasi harga tomat memang kerap terjadi, bergantung pada pasokan, cuaca, dan distribusi.
Saat pasokan melimpah dan pengiriman ke luar daerah berkurang, harga di tingkat pedagang cenderung stabil atau bahkan turun signifikan. (Rul)










