- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
- Peringatan 1 Muharram di Sulteng, Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Keselamatan Daerah
- Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Tembus 910 Kali hingga Jumat Pagi
- Korban Jiwa Akibat Gempa M 6,7 di Sigi Bertambah Jadi Tiga Orang
- Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Pantai Talise Masih dalam Penyelidikan Polisi
- Lantik Pengurus Baru KONI Palu, Fathur Razaq Minta Pembinaan Atlet Diperkuat
- Gubernur Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa di Sigi, Parimo, Poso, dan Palu Selama 7 Hari
Dua Rumah Rusak, Delapan Jiwa Terpaksa Mengungsi Setelah Angin Kencang di Buol

Keterangan Gambar : Dua rumah di Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, rusak akibat angin kencang yang melanda, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Buol — Hujan disertai angin kencang menyebabkan kerusakan rumah di Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol.
Insiden terjadi pada Sabtu (29/11/2025), sekitar pukul 17.15 WITA.
Baca Lainnya :
- Jembatan Gantung di Sojol Miring Akibat Banjir dan Longsor, Sejumlah Dusun Terisolasi Sementara
- Sulteng Masuk Deretan Provinsi Paling Sering Banjir di Indonesia
- Masjid Raya Baitul Khairaat Diproyeksikan Jadi Pusat Wisata Religi di Sulawesi Tengah
- Salat Jumat Perdana Tandai Mulainya Operasional Masjid Raya Baitul Khairaat Palu
- Layani 51 Ribu Penumpang, Purbaya Akui Belum Ada Petugas Bea Cukai di Bandara IMIP
Menurut data dari BPBD Sulawesi Tengah, angin kencang membuat tiang penyangga rumah bergerak dan satu rumah akhirnya rubuh.
Akibatnya, satu unit rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah lain rusak ringan.
Sebanyak dua kepala keluarga atau delapan jiwa, termasuk satu bayi, harus mengungsi dan tinggal sementara di tempat aman.
Satu warga dilaporkan menderita luka ringan. Warga setempat pun bergotong-royong mengevakuasi barang dan peralatan korban yang terendam air.
Pihak berwenang sudah melakukan assessment dan berkoordinasi dengan tim reaksi cepat di tingkat kabupaten.
Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi adalah logistik bahan pokok serta penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak.
Peristiwa ini terjadi di tengah periode cuaca ekstrem di Sulawesi Tengah, wilayah di Kabupaten Buol sempat dilanda banjir dan angin kencang dalam beberapa minggu terakhir. (Rul/Nl)










