- Empat Atlet Junior Sulteng Berlaga di Asian OWS Bali
- 16 Perusahaan Tambang Patungan Rp355 Miliar Bangun Jalan di Morowali dan Morut
- Resmi Diumumkan! Tunjangan Guru Naik, Non-ASN Jadi Rp 2 Juta dan ASN Setara Gaji Pokok
- Wagub Sulteng Lantik Dokter Ahli Utama, Dukung Transformasi RS Undata Berstandar Internasional
- DPRD Kota Palu Desak Pemkot Perkuat Koordinasi dalam Penyusunan Tata Ruang
- DPRD Palu Sahkan Hasil Evaluasi LKPJ 2025, 37 Rekomendasi Diserahkan ke Pemkot
- DPRD Palu Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Lahan Tidur dan Air Bersih di Dua Kelurahan
- DPRD Palu Soroti Overkapasitas RS, Biaya Visum, dan Denda BPJS yang Bebani Warga
- Dari Huntap hingga Pajak Daerah, DPRD Palu Paparkan Hasil Kerja Caturwulan I
- 8 Rumah Sakit Swasta di Palu Terancam Tak Bisa Beroperasi, DPRD Soroti Masalah Perizinan
Damkar Palu Telusuri Penyebab Kebakaran Pasar Masomba, Kerugian Ditaksir Capai Miliaran Rupiah

Keterangan Gambar : Kondisi pasca kebakaran besar yang melanda Pasar Masomba, Senin (29/7/2025). (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu tengah melakukan penyelidikan awal untuk mengungkap penyebab kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Masomba pada Senin (28/7/2025) sore.
Hingga Selasa (29/7/2025), tim Damkar melakukan pendataan langsung di lokasi.
Baca Lainnya :
- Kasus Kebakaran di Palu Tembus 200 Insiden Sepanjang Januari–Juli 2025
- Pasca Kebakaran Pasar Masomba, Warga Bersihkan Puing
- Langkah Kecil, Dampak Besar: Perempuan Sulteng Dilatih Jadi Mandiri Lewat Sentuhan Seni
- Warga Korban Kebakaran Masomba Minta Pemkot Tingkatkan Upaya Pencegahan
- Kebakaran di Pasar Masomba Palu, Damkar Kerahkan 12 Unit Armada
Pemeriksaan dipimpin oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Inspeksi, Farhan Hafid, yang menyebutkan bahwa identifikasi korban serta taksiran kerugian menjadi fokus utama.
"Investigasi awal kami mencakup dua hal, yakni menyelidiki penyebab kebakaran dan menginventarisasi jumlah korban serta kerugian yang ditimbulkan," kata Farhan.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, api melahap sedikitnya 15 petak kios, satu bangunan kos, serta sejumlah area lain yang ikut terdampak.
Petugas juga melakukan pengukuran luas area terbakar dan memverifikasi langsung ke pemilik usaha di lokasi kejadian.
Terkait kerugian, Damkar memperkirakan nilainya mencapai miliaran rupiah, mencakup bangunan maupun barang dagangan yang ikut terbakar.
Farhan mengungkapkan bahwa dalam proses pemadaman, timnya sempat terkendala akses menuju titik api.
Kerumunan warga menghambat dari sisi selatan, sementara dari arah utara tidak ada jalur langsung menuju lokasi kebakaran.
“Akhirnya kami harus masuk melalui lorong-lorong kecil agar bisa menyambungkan selang ke titik api,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa proses pendataan dilakukan untuk mendukung kebutuhan administrasi, seperti penerbitan Surat Keterangan Kebakaran, dan sebagai dasar pertimbangan penyaluran bantuan.
Farhan menambahkan, penting bagi fasilitas umum seperti pasar dan rumah sakit untuk dilengkapi dengan bak penampungan air sebagai antisipasi kebakaran.
“Setiap pasar, rumah sakit, dan fasilitas umum seharusnya memiliki bak penampungan air yang bisa dimanfaatkan saat kondisi darurat,” ujarnya. (Rul)










