- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Banjir Tolitoli Kini Surut, Warga Mulai Bersihkan Rumah

Keterangan Gambar : Rumah salah satu warga Tolitoli yang terdampak banjir. (Foto: Pusdalops BPBD Sulteng)
Likeindonesia.com, Tolitoli — Setelah diguyur hujan deras disertai pasang air laut pada Minggu (26/10), banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, kini mulai surut.
Berdasarkan data terbaru BPBD Sulawesi Tengah per 30 Oktober malam, sebanyak 1.366 kepala keluarga terdampak banjir yang merendam lima kelurahan di wilayah itu.
Baca Lainnya :
- Dua Kali Gempa Guncang Tolitoli Hari Ini
- Jembatan Penghubung ke Desa Wisata Malangga Ambruk, BPBD Sulteng Kerahkan Alat Berat
- Warga Tolitoli Mulai Bersihkan Rumah Pascabanjir, BPBD Catat Ratusan KK Terdampak
- admin
- Bangkep, Sigi, Tolitoli, dan Poso Diguncang Gempa Hari Ini
Kelima kelurahan tersebut yakni Tuweley, Baru, Nalu, Tambun, dan Panasakan.
Dari total itu, ribuan rumah sempat terendam air, puluhan fasilitas pendidikan dan ibadah ikut terkena dampak, serta jaringan listrik dan pipa air bersih mengalami gangguan.
Kelurahan Tuweley menjadi wilayah paling parah terdampak dengan 349 rumah tergenang, disusul Kelurahan Baru dengan 307 rumah, Nalu 215 rumah, Tambun 249 rumah, dan Panasakan 246 rumah.
Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Lembe dan sistem drainase yang tidak mampu menampung air hujan ini juga merusak bronjong sungai di beberapa titik. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan telah melakukan pembersihan lingkungan, penyaluran air bersih, serta normalisasi sungai di kawasan Dadakitan dan Lembah.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga mengerahkan alat berat dan mobil tangki air untuk mempercepat proses pemulihan.
Saat ini, situasi di lapangan sudah terkendali, air telah surut, dan aktivitas warga berangsur normal.
Langkah selanjutnya yang direkomendasikan pemerintah daerah meliputi normalisasi sungai, penguatan tebing, dan pemasangan bronjong untuk mencegah banjir susulan di wilayah tersebut. (Rul/Nl)










