- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
- Ketua DPRD Kota Palu Ikuti Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
- Gubernur Anwar Hafid Ungkap Rencana Alun-alun Ikonik di Palu, Konsepnya Mirip Halaman Istana Negara
- Nambaso Fest 2026 Resmi Dibuka, Digelar Meriah Tanpa Membebani Anggaran Daerah
- HUT ke-62 Sulteng, Gubernur Tekankan Pemerataan Kesejahteraan di Seluruh Daerah
- Turun Langsung ke Desa Dalaka, Gubernur Sulteng Tancap Gas Perbaiki Jalan dan Layanan Warga
- Liga 4 Piala Gubernur Sulteng Resmi Bergulir, Talenta Muda Didorong Berprestasi Lewat Sepak Bola
Dua Kali Gempa Guncang Tolitoli Hari Ini

Keterangan Gambar : BMKG mencatat dua kali gempa bumi di wilayah Kabupaten Tolitoli, Kamis (30/10/2025). (Foto: BMKG/X)
Likeindonesia.com, TOLITOLI – Wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diguncang dua kali gempa bumi pada Kamis (30/10/2025).
Gempa pertama terjadi pagi hari pukul 09.39 WITA dengan kekuatan magnitudo 3,4. Pusat gempa berada di 57 kilometer barat laut Tolitoli, pada kedalaman 19 kilometer.
Baca Lainnya :
- Jembatan Penghubung ke Desa Wisata Malangga Ambruk, BPBD Sulteng Kerahkan Alat Berat
- Warga Tolitoli Mulai Bersihkan Rumah Pascabanjir, BPBD Catat Ratusan KK Terdampak
- Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Wilayah Buol, Terasa Hingga Tolitoli dan Pohuwato
- Hujan Lebat Picu Banjir, Jalur Air di Parigi Barat Perlu Dinormalisasi
- Air Meluap ke Permukiman, Banjir Genangi Dua Desa di Parigi Moutong
Beberapa jam setelahnya, sekitar pukul 12.15 WITA, gempa kedua kembali terasa dengan kekuatan magnitudo 2,6. Pusatnya berada di 8 kilometer barat daya Tolitoli, dengan kedalaman 17 kilometer.
BMKG menyebut kedua gempa itu termasuk kategori ringan dan tidak berpotensi tsunami.
BMKG juga menyatakan, informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga bisa berubah seiring kecepatan data.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis laporan BMKG, melalui akun X, Kamis (30/10/2025). (Nul/Nl)










