- Guru Viral Perbaiki Pintu Kelas di Sekolah Terpencil Parimo Dapat Apresiasi dari Pemprov Sulteng
- Disambut KONI Sulteng, Atlet ASKI Pulang Bawa Dua Medali Emas dari Kejurnas di Jakarta
- Hari Kartini ke-147, Perempuan Sulteng Diajak Jadi Penggerak dari Keluarga hingga Pembangunan Daerah
- Berani Gowes, Komunitas Sekte Sepeda Tuntaskan 600 Km Luwuk–Palu dalam 6 Hari
- Rico Djanggola Siap Implementasikan Arahan Presiden Terkait Dukungan Asta Cita
- Harga LPG Non Subsidi Naik Serentak, Tabung 12 Kg di Sulteng Tembus Rp 230 Ribu
- Ketua DPRD se-Sulteng Dorong Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah
- 459 Ton Durian Sulteng Diekspor ke Tiongkok, Digadang Jadi Ikon Baru Nasional
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker KDKMP dan KNMP, Pelamar yang Lolos Jadi Pegawai BUMN
- Ketika Pemerintah Daerah Menyewa Influencer, Sebuah Jalan Pintas?
Antrean Panjang dan Kerap Buat Macet, Penyaluran Solar Subsidi Akan Dilakukan di Jam Khusus

Keterangan Gambar : Antrean panjang di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Antrean panjang kendaraan solar bersubsidi kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu dalam beberapa pekan terakhir.
Lonjakan konsumsi bahan bakar menjelang akhir tahun membuat sebagian SPBU padat dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.
Baca Lainnya :
- Masalah Rumah Tangga Berujung Penganiayaan Berat di Jalan Munif Rahman Palu, Korban Meninggal Dunia
- Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Rumah Kosong Bersama Alat Hisap Narkoba
- PPPK Donggala Datangi Kantor Gubernur Sulteng Tuntut Pembayaran Gaji
- Fiskal Terbatas, Pemprov Sulteng Minta Kebijakan Pendanaan Gaji PPPK Direformasi
- BMKG: Supermoon Terbesar Tahun Ini Terjadi November, Fenomena Berikutnya Menyusul Desember
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tengah, Adri Anggaditya, mengatakan peningkatan antrean terjadi seiring naiknya permintaan masyarakat terhadap solar bersubsidi.
Dari total kebutuhan BBM di Kota Palu yang mencapai sekitar 15 ribu kiloliter per bulan, sekitar 80 persen di antaranya merupakan BBM bersubsidi.
“Antrean ini memang beberapa minggu ini terjadi lonjakan konsumsi karena menjelang akhir tahun kendaraan cukup meningkat,” ujar Adri di Palu, Jumat (8/11/2025) kepada awak media.
Pertamina, kata Adri, telah berupaya menambah volume penyaluran dan memperpanjang hari distribusi agar stok tetap tersedia di SPBU.
Pihaknya juga menyiapkan cadangan solar non-subsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex, bagi pengguna yang membutuhkan alternatif bahan bakar.
“Kami pun berupaya untuk menyalurkan lebih banyak dan menyediakan stok solar cukup, baik subsidi maupun non-subsidi,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palu bersama Pertamina dan mitra terkait menyepakati pengaturan jam penyaluran solar bersubsidi agar lebih tertib.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana, mengatakan kebijakan ini merupakan langkah untuk mengurai antrean panjang yang dikeluhkan masyarakat.
“Saya berharap ini kita cari solusi terbaik supaya tidak ada antrean panjang. Banyak sekali keluhan terkait antrean BBM subsidi, apalagi solar ini,” ujar Imelda.
Kesepakatan itu mengatur bahwa penyaluran solar bersubsidi di seluruh SPBU dilakukan serentak pada pukul 19.00 hingga 22.00 Wita, khusus untuk kendaraan roda empat ke atas.
Namun, kendaraan operasional darurat seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan truk sampah tetap diizinkan mengisi di luar waktu tersebut.
“Sudah disepakati bersama bahwa nanti seluruh SPBU hanya satu waktu tetapkan waktunya, jam mulai buka penyaluran sampai selesai, supaya lebih teratur,” tambah Imelda.
Selain mengatur jam operasional, pemerintah juga meminta agar depot Pertamina di Palu tetap buka pada hari Minggu.
Langkah ini diharapkan menjaga pasokan BBM di akhir pekan dan mencegah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan.
“Kita juga tadi minta untuk depot buka hari Minggu, supaya tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat kalau hari Minggu tidak ada penyaluran,” jelasnya.
Pertamina menilai kebijakan tersebut perlu disosialisasikan secara bertahap kepada seluruh pengelola SPBU dan sopir angkutan barang, agar penyaluran berjalan efektif tanpa menimbulkan antrean baru di waktu malam. (Rul/Nl)










