- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
- Tim SAR Selamatkan Remaja Perempuan dari Atas Tower PLN di Tipo
- UMKM Sulteng Mulai Didorong Go Global, Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Resmi Dideklarasikan
Muhammadiyah Pastikan Awal Puasa Ramadan Jatuh pada 18 Februari 2026

Keterangan Gambar : Logo Muhammadiyah. (Foto: muhammadiyah.or.id)
Likeindonesia.com, Jakarta - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memastikan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Kepastian ini didasarkan pada hasil hisab hakiki yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Penetapan tersebut berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagaimana tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.
Baca Lainnya :
- Canangkan Gentengisasi, Prabowo Usul Seng Diganti Genteng Tanah Liat
- Makanan Kering Jadi Menu MBG untuk Siswa Puasa Selama Ramadan, Termasuk Kurma hingga Abon
- Jelang Ramadan, Bulog Sulteng Klaim Stok Beras Aman di Angka 22 Ribu Ton
- Puasa Makin Dekat, Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Akan Digelar 17 Februari
- Menteri Bappenas Sebut MBG Lebih Mendesak daripada Penciptaan Lapangan Kerja
"Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak jelang Ramadan diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 UTC. Saat matahari terbenam pada hari itu, kriteria visibilitas hilal belum terpenuhi di wilayah mana pun," tulis Muhammadiyah melalui laman resminya Muhammadiyah.or.id, dikutip Rabu (4/2/2026).
Namun, setelah tengah malam UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika yang telah memenuhi kriteria kemunculan hilal. Dengan kondisi tersebut, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026 dan berlaku secara global.
"Dengan demikian, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan berlaku serentak secara global," lanjut keterangan tersebut.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadan pada 17 Februari 2026 dengan menggunakan metode integrasi antara hisab dan rukyatul hilal. (Nul/Nl)


_2.jpg)







