Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan

By Inul Irfani 05 Okt 2026, 12:28:31 WIB Iklim
Kualitas Udara Palu Memburuk, BMKG Sebut Ada Pengaruh Polutan dari Papua Selatan

Keterangan Gambar : Hasil pengukuran kualitas udara di wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (5/10/2026). (Foto: Dok. BMKG SPAG Lore Lindu Bariri)


Likeindonesia.com, PALU - Kualitas udara di Kota Palu semakin memburuk. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lokal, tetapi juga berpotensi mendapat pengaruh dari pergerakan massa udara yang membawa polutan dari wilayah lain, termasuk Papua Selatan.


Hal itu disampaikan BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara pada Minggu (4/10/2026).

Baca Lainnya :


Dalam pemantauan tersebut, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 132 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat. Sementara PM10 tercatat 130 µg/m³ atau kategori sedang, sedangkan PM1 mencapai 125 µg/m³.


BMKG SPAG Lore Lindu Bariri menjelaskan kondisi kualitas udara di Palu juga tidak terlepas dari musim kemarau yang sedang berlangsung serta pengaruh fenomena El Nino. Kondisi tersebut menyebabkan lingkungan menjadi lebih kering dan frekuensi hujan berkurang.


Minimnya hujan juga disebut membuat proses alami atmosfer dalam membersihkan partikulat menjadi berkurang. Akibatnya, debu dan partikel polutan lebih mudah terakumulasi di udara.


Selain faktor lokal, BMKG SPAG Lore Lindu Bariri menjelaskan, pergerakan massa udara secara regional dapat membawa polutan dari wilayah lain, termasuk Papua Selatan. Kondisi tersebut berpotensi turut memengaruhi konsentrasi partikulat di wilayah Sulawesi Tengah.


Dengan kondisi kualitas udara yang memburuk, BMKG mengimbau masyarakat mengurangi paparan udara luar, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.


“Ketika kualitas udara sedang buruk, masyarakat perlu mengurangi paparan udara luar, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” tulis BMKG SPAG Lore Lindu Bariri dalam laporannya, Senin (5/10/2026).


Masyarakat juga disarankan menggunakan masker yang sesuai, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menghindari kegiatan yang dapat menambah polusi udara, seperti membakar sampah.


BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk terus memantau kondisi kualitas udara dan mengurangi paparan ketika kualitas udara memburuk.


“Pantau kualitas udara, kurangi paparan, dan lindungi kesehatan. Karena udara bersih bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi juga apa yang kita hirup,” demikian keterangan BMKG SPAG Lore Lindu Bariri melalui akun instagram resmi, dikutip dari @iklim_sulteng. (nul)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.