- Irjen Rizal Irawan Resmi Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng, Gantikan Irjen Nasri
- Pemerintah Pangkas Antrean Haji, dari 49 Tahun Kini Jadi 14 Tahun
- Pajak Usaha Kuliner di Palu Turun Jadi 5 Persen, Berlaku untuk Warung hingga Lapak Non-Permanen
- Viral, Surat Resmi Bupati Sigi ke Menteri PU Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati: Saya Sedih
- Jembatan Berani di Masungkang Banggai Diresmikan, Buka Akses Pendidikan dan Mobilitas Warga
- Kursi Menteri hingga Kapolri Berganti, Ini Daftar Reshuffle Terbaru yang Dilantik Prabowo
- Keren! Band Metal Asal Palu Ini Selipkan Bahasa Kaili hingga Gimba di Album Devastation Manifest
- Bangkep Diguncang Dua Kali Gempa Magnitudo 4,7, Tercatat di Sekitar Sesar Balantak
- Mulai 2027, Pajak Penghasilan Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Ditanggung Pemerintah
- Mengurus Rumah Bukan Cuma Urusan Ibu, BPS Catat Ada 35 Ribu Bapak Rumah Tangga di Sulteng
50 Huntara Mulai Dibangun untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido bersama Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto, serta Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, dan unsur Forkopimda, dalam kegiatan peletakkan batu pertama huntara di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (24/6/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)
Likeindonesia.com, SIGI – Sebanyak 50 unit hunian sementara (huntara) mulai dibangun untuk warga terdampak gempa bumi magnitudo 6,7 di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (24/6/2026).
Pembangunan huntara tersebut merupakan langkah cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Sigi untuk menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat gempa.
Baca Lainnya :
- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
Pada tahap awal, sebanyak 50 unit huntara disiapkan untuk menampung 50 kepala keluarga terdampak. Berdasarkan data sementara, terdapat 21 rumah terdampak di Kamarora A dan 29 rumah di Kamarora B.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, mengatakan pembangunan huntara dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, khususnya Direktur Penanganan Darurat, yang bergerak sangat cepat. Dalam waktu delapan hari setelah kejadian, pembangunan hunian sementara sudah dapat dimulai untuk masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan huntara dapat segera rampung sehingga masyarakat bisa kembali tinggal di tempat yang lebih aman dan nyaman.
“Kita berharap dalam waktu sekitar satu minggu masyarakat sudah bisa menempati Huntara yang dibangun. Yang paling penting saat ini adalah menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain menyediakan tempat tinggal sementara, huntara yang dibangun juga dilengkapi fasilitas dasar seperti sanitasi dan konstruksi yang telah disesuaikan dengan kondisi wilayah rawan gempa untuk menunjang kenyamanan para penghuni selama proses pemulihan berlangsung. (nul)




_2.jpg)





