- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
- Menkum Supratman Siap Hibahkan Tanah Pribadi di Sulteng untuk Sekolah Rakyat
Update Kualitas Udara Palu, BMKG Ingatkan Jangan Bakar Sampah

Keterangan Gambar : BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri merilis pembaruan kualitas udara harian dalam tujuh hari terakhir. (Foto: @iklim_sulteng/Instagram)
Likeindonesia.com, PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri merilis pembaruan kualitas udara harian. Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM10, PM2.5, dan PM1 mengalami fluktuasi dalam tujuh hari terakhir.
Selama periode tersebut, konsentrasi PM10 secara umum berada pada kategori Baik, sementara PM2.5 berfluktuasi dari kategori Baik hingga Sedang. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas manusia serta faktor meteorologis di sekitar wilayah pengamatan.
Baca Lainnya :
- Overkapasitas, 30 Narapidana Rutan Palu Dipindahkan ke Lapas Ampana dan Toli-Toli
- Lewat Reses, Andika Buka Akses Warga Pantau Bantuan UMKM
- Operasi Keselamatan Tinombala 2026 di Sulteng Fokus Angkutan Umum, Tanpa Razia Hadang
- KONI Sulteng Dukung Pembinaan Atlet Lewat Pencak Silat Militer Open Tournament
- Ketum KONI Sulteng Tinjau Padepokan Naga Laut, Fokus Pembinaan Atlet Pencak Silat Menuju PON 2032
Meski kualitas udara relatif terkendali, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya kelompok rentan. Masyarakat disarankan menggunakan masker saat berada di area padat lalu lintas atau wilayah kering yang berdebu.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah rumah tangga karena asap dan bau dapat mencemari udara serta mengganggu lingkungan sekitar.
"Tidak membakar sampah rumah tangga tangga di halaman rumah karena asap dan baunya dapat mencemari udara dan mengganggu lingkungan sekitar," tulis rilis BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri melalui akun media Instagram resmi, Senin (2/2/2026).
Sementara itu, apabila nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melebihi 100 atau berstatus Tidak Sehat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. (Nul/Nl)










