- Zevana Queenza Jadi Pembawa Baki saat Penaikan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Provinsi Sulteng
- Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Provinsi Sulteng Berlangsung Khidmat
- Curi AC di Balaroa dan Ujuna, Residivis Ditangkap Polsek Palu Barat
- FR Cup Volleyball Tournament 2026 Resmi Berakhir, Fathur Razaq: Bukan Ending, Tapi Beginning
- Menaker Larang Lowongan Kerja Cantumkan Syarat Good Looking dan Usia
- Soal Pajak Rumah Kontrakan, Purbaya Tegaskan Tak Ada Pajak Baru
- Pengguna Pertalite Akan Dibatasi Mulai Akhir Tahun, Pemerintah Tegaskan Motor Tak Terdampak
- Durian Vulcano Indonesia Didorong Jadi Brand Durian Sulteng untuk Pasar Dunia
- Durian Beku Sulteng Laris di China, Ekspor Capai 7.344 Ton
- Rp18,9 Triliun Cair ke 546 Pemda, Buat Bayar Gaji PPPK
Kemungkinan Kodak Batal Jual Paten

New York - Kodak berencana menjual sebagian dari paten-patennya guna melindungi perusahaannya dari kebangkrutan. Namun belakangan, sang pionir di dunia fotografi ini menimbang ulang rencana tersebut.
Dilaporkan bahwa Kodak bisa jadi hanya menjual sebagian paten digital imaging yang hendak dilepas, atau malah tidak menjualnya satupun, demikian seperti dikutip detikINET dari AllThingsD, Senin (20/8/2012).
Kabar ini menyusul pemberitaan sebelumnya yang mengatakan bahwa Kodak telah menunda pengumuman hasil penjualan patennya. "Kodak belum mencapai kepastian atau persetujuan untuk menjual portofolio paten digital imagingnya, "ujar Kodak dalam sebuah pernyataan.
Suara resmi tersebut menyugestikan bahwa lelang paten yang sudah berjalan tidak berjalan sesuai harapan perusahaan yang berbasis di Rochester, New York, Amerika Serikat ini.
Sebuah sumber yang mengetahui hal itu mengatakan bahwa tawaran yang datang untuk portofolio ini hanya berada di bawah angka USD 2 miliar.
Sebelumnya, Wall Street Journal pernah melaporkan bahwa tawaran awal datang dari dua konsorsium, di mana dipimpin oleh perusahaan raksasa, Google dan Apple.
Seperti diketahui, Kodak berjuang keras menyelematkan 'nyawa' perusahaan. Selain menjual sebagian dari 1.100 patennya, Kodak juga telah keluar dari bisnis kamera dan beralih ke digital printing serta penciptaan aplikasi-aplikasi baru di bidang tersebut.





.jpg)




