- Akbar Supratman Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Sigi
- Dalam Sepekan, Gempa Susulan M 6,7 di Sulteng Capai 1.318 Kali
- PTN dan PTS se-Sulteng Bangun Kolaborasi Mitigasi Bencana Berbasis Riset
- Resmi Terpilih, Dua Pelajar Asal Bangkep dan Palu Wakili Sulteng Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026
- Enam Hari Pascagempa M 6,7, Gempa Susulan di Sulteng Tembus 1.256 Kali
- Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Masyarakat Sulteng Diajak Beri Data Akurat
- Ratusan Skater Ramaikan Go Skateboarding Day 2026 di Palu
- Ditemukan 24 Titik Longsor di Sigi Pascagempa, BNPB Antisipasi Risiko Banjir Bandang
- Kloter Pertama Jemaah Haji Sulteng Tiba di Palu, Disambut Haru Keluarga
- Fathur Razaq Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sigi
Jelang Natal–Tahun Baru, Penjualan Parsel Mulai Mewarnai Jalanan Kota Palu

Keterangan Gambar : Di sepanjang Jalan Gajah Mada, para pedagang telah memajang berbagai jenis parsel sejak awal Desember. (Foto: Syahrul/Likeindonesia.com)
Likeindonesia.com, Palu – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, penjualan parsel mulai terlihat kembali di sejumlah ruas jalan di Kota Palu.
Di sepanjang Jalan Gajah Mada, para pedagang telah memajang berbagai jenis parsel sejak awal Desember, meski aktivitas penjualan belum seramai mendekati hari perayaan.
Baca Lainnya :
- IJTI Sulteng dan Bateman Production Siapkan Charity for Sumatra untuk Korban Bencana
- Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Rampungkan Evaluasi Menjelang Puncak Arus Nataru 2026
- Rute China–Palu–Morowali Dibahas, Bandara Mutiara Sis Aljufri Lengkapi Fasilitas QIC
- Maraknya Tambang di Sulteng Dinilai Picu Ancaman Bencana Ekologis
- Kebakaran Kapal di Pelabuhan Rakyat Luwuk, Seluruh ABK Berhasil Diselamatkan
Hamsah, salah satu penjual parsel di kawasan tersebut, mengatakan bahwa peningkatan pembeli umumnya baru terjadi menjelang H-10 Natal.
Ia menyebut, pola itu berlangsung hampir setiap tahun.
“Untuk saat ini belum terlalu rame ya karena biasa baru 10 hari menjelang Natal baru mulai rame,” ujarnya diwawancarai media ini di lokasi penjualan.
Jenis parsel yang dijual beragam, mulai dari makanan kemasan hingga perlengkapan pecah belah.
Menurut Hamsah, minat pembeli terhadap dua jenis parsel itu relatif sama setiap tahunnya.
Ia menuturkan, baik parsel makanan maupun pecah belah tetap menjadi pilihan pelanggan.
"Sama saja tiap tahun itu, yang makanan juga ada yang ambil, berupa pecah belah juga ada yang ambil juga,” ujarnya.
Harga parsel yang ditawarkan para pedagang bervariasi, mulai dari paket ekonomis senilai Rp150 ribu hingga parsel premium dengan harga mencapai Rp2 juta.
Kisaran harga itu mengikuti isi dan kemasannya yang semakin kreatif untuk menarik minat pembeli.
Penjualan parsel sendiri merupakan usaha musiman yang selalu muncul menjelang hari besar keagamaan.
Hamsah menegaskan, penjualan seperti ini tidak hanya marak saat Natal, tetapi juga saat Lebaran.
“Iya, (penjualan parcel, red) musiman Natal dan Lebaran,” kata dia.
Fenomena tahunan ini tak hanya menambah warna di jalanan Kota Palu, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi berbagi dan memberi hadiah di akhir tahun.
Para pedagang berharap penjualan tahun ini bisa meningkat seiring lebih bergairahnya aktivitas masyarakat menuju libur panjang akhir tahun. (Rul/Nl)










